Gebyok, Pintu Estetis Pilihan Pejabat

Artikel » Gebyok, Pintu Estetis Pilihan Pejabat

Bisa dibilang gebyok adalah bagian dari estetika Jawa. Seiring berkembangnya desain-desain rumah modern. Banyak yang berpaling dari desain lawas menuju desain modern yang terkesan minimalis. Sehingga pemilihan gebyok sebagai salah satu bagian estetika rumah semakin terpinggirkan. Namun, jangan salah bila menganggap gebyok ukir ini sudah punah. Pasalnya, para tokoh elit nasional, pengusaha, ataupun pejabat, sekarang lebih memilih menggunakan gebyok sebagai bagian estetika rumah mereka.

 

Sebagaimana yang diberitakan oleh msnplasa-online, Kabareskrim Komjen Sutarman calon tunggal kapolri di ruang tamunya terdapat gebyok ukir yang sangat indah. Ketika komisi III DPR melakukan proper test ke kediaman beliau. Para anggota komisi III terkagum dengan desain rumah Sutarman yang konvensional namun mencerminkan estetika Jawa kelas tinggi. Di bagian ruang tamunya terpasang sebuah gebyok, pintu berukir dari kayu jati yang berdiri gagah menyambut para tamu komisi III DPR.

 

Di ruang tanu tersebut, Sutarman menuturkan bahwa gebyok yang ada di ruang tamunya tersebut dipilih dan didatangkan secara langsung dari Kudus.  Menariknya lagi, gebyok milik pria asal Sukoharjo ini ternyata juga diminati oleh oleh salah satuanggota komisi III Tjatur Edy, saat bersilaturahmi ke tempat Sutarman.

 

Geyok atau kusen berukiran Jawa full body ini, menurut SUtarman menjadi salah satu saksi bisu perjalanan karirnya di kepolisian. Gebyok tersebut memang terkesan mahal dan antik, apalagi dipadu dengan mebel kursi dan kayu yang terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi. Sutarman mengungkapkan bahwa apa yang disaksikan komisi III di ruang tamunya itu adalah bagian dari kerja kerasnya selama ini yang ia tabung sedikit demi sedikit.

 

Bagi orang yang berjiwa estetika klasik, gebyok memang menjadi pilihan utama sebagai pelengkap estetika rumah. Selain SUtarman, tentus aja banyak pengusaha, pejabat, dan kalangan elit yang memilih gebyok sebagai alternatif estetis rumahnya. Bagaimana dengan Anda?